Assalaamu’alaikum wrwb.

Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bekerja sama dengan Kementerian Agama menggelar Halaqah Ulama Internasional 2025 bertema Transformasi Sosio-Ekologis dan Solusi Epistemologis Berbasis Turats di Pondok Pesantren As’adiyah Macanang, Wajo Sulawesi Selatan pada 2-5 Oktober 2025

Ustadz Herman Anas, S.P., M.Pd, dosen sekaligus peneliti agama dan lingkungan dari Universitas dr. Soebandi, berhasil menembus forum berkat risalah ilmiyah sederhana yang awalnya dipakai saat mengisi khutbah jum’at “الزاعة كعبادة بركة في الدنيا وربح في الاخرة  Menanam / Pertanian sebagai ibadah : berkah di dunia dan untung di akhirat

Herman mengaku tidak pernah menyangka bisa tampil di forum Internasional. Kebiasaannya adalah memandang sesuatu atau sebuah persoalan dari sudut pandang yang lain. Juga menulis yang belum pernah ditulis atau jarang ditulis sebelumnya.

Risalah ilmiyah atau artikel yang ditulis awalnya terinspirasi dari hadits nabi :

إن قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا

Artinya: “Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah.”

(HR. Bukhari & Ahmad).

Herman sangat ingin membumikan al-Quran ataupun hadits dalam kehidupan nyata. Tidak hanya memandang agama sebagai hubungan ritual atau shalat saja namun berdampak bagi alam dan sesama.  Tidak menunggu kerusakan dulu kemudian kembali kepada al-Quran / agama, ungkapnya dalam forum yang dihadiri para ulama, kiai dan akademisi. Pada kegiatan tersebut Herman mendorong integrasi agama dan lingkungan, gerakan menanam pohon meskipun dalam skala rumah tangga atau satu pohon, karena hal itu dianggap sebagai sedekah jariyah dan termasuk aplikasi dari hadits Bukhari dan Ahmad yang mendorong menanam meskipun akan segera terjadi kiamat. Herman juga merekomendasikan kajian-kajian interdisipliner tentang menanam, pertanian dalam perspektif Islam, yang mencakup aspek fikih lingkungan dan ekonomi.

Wassalaamu’alaikum wrwb.